Senin, 23 Februari 2009

tugas siswa kelas VIII-B

SELAMAT DATANG SISWA – SISWI SMP AL – ISLAM 1 SURAKARTA
KELAS VIII-B SEMESER GENAP
2009/2010


“TUGAS KELOMPOK”
Gerak pada Tumbuhan
Lakukan sebuah percobaan sederhana dibawah ini secara kelompok :
1. Tujuan ------ Membuktikan bahwa tumbuhan peka terhadap rangsangan mekanis ( berupa sentuhan ) dan suhu.
2. Alat dan bahan --------- lidi, pengukur waktu, korek api, lilin, tumbuhan putri malu ( Mimosa pudica ).
3. Cara kerja --------- tentukan tumbuhan putri malu ( Mimosa pudica ) yang akan diamati disekitar lingkungan.
------ Catat kecepatan menutupnya daun putri malu ( Mimosa pudica ) pada saat lidi disentuhkan pada bagian tumbuhan tersebut pada bagian : a. ujung anak daun; b. pangkal anak daun; c. tangkai anak daun; d. tangkai daun; e. ranting batang.
----- lakukan cara yang sama seperti pada cara sebelumnya dengan mengganti lidi yang disentuhkan dengan lilin yang menyala.
----- kemudian buatlah tabel dengan hasil percobaan tersebut.
Oia ….. jangan lupa waktunya dalam menit ya…! Bukan detik atau jam, so… hitung masing – masing bagian putri malu ( Mimosa pudica ) tersebut kecepatanya menutup, baik dengan lidi ato lilin. Okey thanks… before,…..Jazakallahu khoir. Amin
Setelah melakukan percobaan, kemudian buatlah laporan dengan struktur laporan sebagai berikut :
1. halaman cover
2. halaman isi : a. JUDUL
b. TUJUAN PERCOBAAN
c. ALAT DAN BAHAN
d. DASAR TEORI
e. CARA KERJA
f. DATA PENGAMATAN
g. ANALISIS DATA
3. halaman penutup : a. KESIMPULAN
b. SARAN DAN KRITIK
c. DAFTAR PUSTAKA
okey selamat bekerja dirumah masing – masing……. Jangan lupa sembahyang, jaga sholat berjama’ahnya bagi yang putra dan jaga sholat pada waktunya. Semoga Allah ‘Azza wa Jalla memudahkan segala urusan kita …..amin.


MATERI
Gerak pada Tumbuhan

Berdasarkan sumber rangsangan :
1. Gerak Endonom _ rangsangan dari dalam ( gerak otonom/spontan )
2. Gerak Etionom_ rangsangan dari luar .
Penjelasan :
1. Gerak Etionom ------- reaksi gerak tumbuhan yang disebabkan oleh adanya rangsangan dari luar. Berdasarkan hubungan antara arah respon gerakan dengan asal rangsangan, gerak etionom dapat dibedakan menjadi gerak taksis, tropisme, dan nasti.
a. Gerak Taksis
adalah gerak seluruh atau bagian tubuh tumbuhan yang berpindah tempat dan arah perpindahannya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan
Ditinjau dari macam sumber rangsangannya, taksis dibedakan menjadi:
1. Fototaksis
2. Kemotaksis
1. Fototaksis
Fototaksis adalah gerak taksis yang disebabkan oleh adanya rangsangan berupa cahaya.
Misalnya: Klorofil (zat hijau daun) yang bergerak menuju arah datangnya cahaya
Cloroplas bergerak ke sisi sel yang mendapatkan cahaya matahari.
Euglena viridis selalu bergerak menuju tempat yang terkena cahaya.
Spora jamur Pilobolus akan bergerak menuju tempat yang terkena cahaya
2. Kemotaksis
Kemotaksis adalah gerak taksis yang disebabkan oleh rangsangan berupa zat kimia.
Misalnya: Spermatozoa yang bergerak menuju sel telur pada peristiwa pembuahan (metagenesis) tumbuhan lumut (Bryophyta). Sel telur (ovum) mengeluarkan zat kimia (gula dan protein) yang dapat merangsang spermatozoa untuk bergerak mendekatinya.
b. Gerak Tropisme
Tropisme adalah gerak bagian tumbuhan yang arah geraknya dipengaruhi arah datangnya rangsangan. Bagian yang bergerak itu misalnya cabang , daun, kuncup bunga atau sulur. Gerak tropisme dapat dibedakan menjadi tropisme positif apabila gerak itu menuju sumber rangsang dan tropisme negatif apabila gerak itu menjauhi sumber rangsang. Ditinjau dari macam sumber rangsangannya, tropisme dapat dibedakan lagi menjadi fototropisme, geotropism, hidrotropisme, kemotropisme, dan tigmotropisme.
a. Fototropisme
Fototropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena rangsangan cahaya. Gerak bagian tumbuhan yang menuju kearah cahaya disebut fototropisme positif. Misalnya gerak ujung batang tumbuhan yang membelok ke arah datangnya cahaya.

b. Geotropisme
Geotropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena pengaruh gravitasi bumi (geo = bumi). Jika arah geraknya menuju rangsang disebut geotropisme positif, misalnya gerakan akar menuju tanah. Jika arah geraknya menjauhi rangsang disebut geotropisme negatif, misalnya gerak tumbuh batang menjauhi tanah.

c. Hidrotropisme
Hidrotropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena rangsangan air (hidro = air). Jika gerakan itu mendekati air maka disebut hidrotropisme positif. Misalnya, akar tanaman tumbuh bergerk menuju tempat yang banyak airnya ditanah. Jika tanaman tumbuh menjauhi air disebut hidrotropisme negatif. Misal, gerak pucuk batang tumbuhan yang tumbuh keatas air.

d. Kemotropisme
Kemotropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena rangsangan zat kimia. Jika gerakannyamendekati zat kimia tertentu disebut kemotropisme positif. Misalnya, gerak akar menuju zat didalam tanah. Jika gerakannya menjauhi zat kimia tertentu disebut kemotropisme negatif, contohnya gerak akar menjauhi racun.

e. Tigmotropisme
Gerak bagian tumbuhan karena adanya rangsangan sentuhan satu sisi atau persinggungan disebut trigmotropisme. Gerakan ini tampak jelas pada gerak membelit ujung batang ataupun ujung sulur dari Cucurbitaceae dan Passiflora. Contoh tanaman yang bersulur adalah ercis, anggur, markisa, semangka, dan mentimun.
c. Gerak Nasti
Nasti adalah gerak tumbuhan yang arahnya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan, tetapi ditentukan oleh tumbuhan itu sendiri.
a. Fotonasti
Fotonasti gerak nasty yang disebabkan oleh rangsangan cahaya. Misal, gerakan mekarnya bunga pukul empat (Mirabilis jalapa) di sore hari.

b. Niktinasi
Niktinasi (nyktos = malam) merupakan gerak nasty yang disebabkan oleh suasana gelap, sehingga disebut juga gerak tidur. Misalnya, pada malam hari daun-daun tumbuhan Leguminosae atau polong-polongan seperti bunga merak (Caesalpinia pulcherrima) dan daun kupu-kupu (Bauhinia purpurea) akan menutup dan akan membuka keesokan harinya ketika matahari terbit.

c. Tigmonasti atau Seismonasti
Tigmonasti / seismonasti adalh gerakan nasty yang disebabkan oleh rangsang sentuhan atau getaran. Contoh gerak menutupnya daun sikejut atau putrid malu (Mimosa pudica), jika disentuh. Jika hanya satu anak daun dirangsang dengan sentuhan, rangsangan itu diteruskan ke seluruh tumbuhan sehingga anak daun lain ikut mengatup.

d. Termonasti
Termonasti merupakan gerak nasti yang disebabkan oleh rangsan suhu, seperti mekarnya bunga tulip dan crocus. Bunga-bunga tersebut mekar jika mendadak mengalami kenaikan temperature, dan akan menutup kembali bila temperatur menurun.

e. Haptonasi
Haptonasi merupakan gerak nasti yang terjadi pada tumbuhan insektivora yang disebabkan oleh sentuhan serangga. Daun pada tumbuhan insektivora misalnya Dionaea, sejenis tumbuhan perangkap lalat (Venus”s flytrap) sangat sensitif terhadap sentuhan. Bila ada serangga yang menyentuh bagian dalam daun, daun akan segera menutup sehingga serangga akan terperangkap di antara kedua belhan daun.

f. Nasti Kompleks
Nasti komoleks merupakan gerak nasti yang disebabkan oleh beberapa factor sekaligus, seperti karbondioksida, pH, temperature, dan kadar kalsium. Contohnya gerak membuka danmenutupnya stomata pada daun

2. Gerak Endonom ------- Gerak ini merupakan gerak tumbuhan yang tidak disebabkan rangasangan dari luar. Di duga gerak yang terjadi disebabkan oleh rangsangan yang berasal dari dalam tumbuhan itu sendiri.
verticillata.
Macam-macam gerak endonom, yaitu:
1. Nutasi :
Gerak spontan dari tumbuhan yang tidak disebabkan adanya rangsangan dari luar.
Misalnya:
Gerakan aliran sitoplasma pada tanaman air Hydrilla vertillicata
2. Higroskopis :
Gerak bagian tumbuhan yang terjadi karena adanya perubahan kadar air pada tumbuhan secara terus menerus, akibatnya kondisi menjadi sangat kering pada kulit buah atau kotak spora sehingga kulit biji atau kotak spora pecah.
Misalnya:
Pecahnya kulit buah polong-polongan (lamtoro, kembang merak, kacang buncis, kacang kedelai). Hal ini disebabkan berkurangnya air pada kulit buah. Kulit buah menjadi kering, retak dan akhirnya pecah sehingga bijinya terpental ke luar. Pecahnya kulit buah dan terpentalnya biji sebenarnya merupakan cara tumbuhan tersebut memencarkan alat perkembangbiakannya. Gerak higroskopis juga terjadi pada membukanya kotak spora (sporangium) tumbuhan paku (Pteridophyta) dan lumut (Bryophyta)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar